![]() | |
| SISWA SISWI PSPP PENERBANGAN |
Nih
yg mau jadi pramugari atau staff penerbangan, avsec airport,
gimana pasti keren
kan,,pokoknya yang pada suka kerja di dunia penerbangan dan pariwisata
PSPP adalah tempatnya untuk membuat teman teman menambah
skill, pengetahuan, saat nanti kerja di dunia Penerbangan PSPP selalu
memberikan yang terbaik buat siswa siswanya sampai terjun di dunia
kerja. kapanlagi kita bisa membanggakan kedua orang tua kita kalau tidak
dari sekarang.
Pilihan program pendidikan :
1. PRAMUGARI
Flight Attendant adalah seseorang yang bertugas melayani penumpang di
pesawat dan menjaga keselamatan saat penerbangan berlangsung.
Tugas Seorang Pramugari
Perlu kita ketahui seorang pramugari bertanggung jawab terhadap
kenyamanan dan keselamatan penumpang selama penerbangan. Pramugari
bekerja sama dengan para kru maskapai penerbangan, termasuk sang kapten,
untuk memastikan bahwa penerbangan berjalan semulus mungkin. Pramugari
menghabiskan banyak waktu mereka untuk memenuhi kebutuhan penumpang.
Perbekalan
Sebelum penerbangan, pramugari memeriksa peralatan seperti alat pemadam
kebakaran, pertolongan pertama dan tabung oksigen. Selain itu, pramugari
akan memeriksa persediaan makanan dan minuman sebelum lepas landas.
Asrama
Pramugari menyambut penumpang, orang-orang langsung ke tempat duduk
mereka, membantu memasukkan barang di bagasi dan membantu kebutuhan
khusus seperti anak-anak atau para manula.
Cek Pra-Penerbangan
Sebelum penerbangan, seorang pramugari akan memastikan bahwa setiap
orang memakai sabuk pengaman dengan benar, periksa bagasi dan
memverifikasi daftar penumpang di pesawat. Seorang pramugari akan
berjalan-melalui kabin sebelum lepas landas untuk memastikan bahwa semua
kursi, dan bahwa semua kompartemen terpasang erat.
Keselamatan Demonstrasi
Tepat sebelum lepas landas, pramugari memperagakan prosedur keselamatan
kepada penumpang. Ini termasuk menginstruksikan pada penggunaan masker
oksigen, perangkat flotasi, pintu keluar darurat dan proses evakuasi.
In-Flight Tugas
Selama penerbangan, pramugari menawarkan minuman dan makanan ringan
kepada penumpang. Pramugari akan melihat kenyamanan penumpang termasuk
menjawab pertanyaan, membagikan headphone dalam penerbangan dan
menawarkan selimut atau bantal. Dalam keadaan darurat, seorang pramugari
akan mengarahkan penumpang dan mengelola pertolongan pertama yang
diperlukan.
Pendaratan
Pramugari akan menginformasikan penumpang ketika mereka dekat dengan tujuan mereka dan mempersiapkan kabin untuk mendarat.
![]() |
| FA PSPP PRAKTEK TERBANG |
![]() |
| SISWI PSPP MEDELING KONTES |
Setelah pesawat mendarat, pramugari langsung turun dari pesawat dan
menawarkan bantuan kepada orang-orang dengan kebutuhan khusus, mengambil
bagasi mereka dan meninggalkan pesawat. Setelah penumpang turun,
pramugari akan memeriksa kompartemen overhead dan kursi untuk memastikan
bahwa barang-barang pribadi dan sudah siap untuk penerbangan
berikutnya. Pramugari juga mengisi laporan pada setiap penerbangan.
2. STAFF PENERBANGAN
Airline Staff adalah Personal yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada customer baik pelayanan sebelum keberangkatan (Pre Flight Service) maupun Pelayanan sesudah penerbangan (After Flight Service). Selain pramugari dan pramugara, Airline staff adalah komponen penting dalam operasi penerbangan sebuah maskapai.
SISWI PRAMUGARI PSPP
PENERBANGAN
![]() |
| FA PSPP PRAKTEK TERBANG |
![]() |
| FA PSPP PRAKTEK MOCK UP |
![]() |
| FA PSPP PRAKEK |
![]() |
| FA PSPP TABLE MANNER |
![]() |
| FA PSPP TABLE MANNER |
2. STAFF PENERBANGAN
Airline Staff adalah Personal yang bertugas untuk memberikan pelayanan kepada customer baik pelayanan sebelum keberangkatan (Pre Flight Service) maupun Pelayanan sesudah penerbangan (After Flight Service). Selain pramugari dan pramugara, Airline staff adalah komponen penting dalam operasi penerbangan sebuah maskapai.
Tugas-tugas seperti :
• menangani bagasi penumpang
• menangani kargo pesawat
• melakukan loading dan unloading pesawat
• membantu penumpang dalam proses check in, boarding, dan disembarking
• menyapa penumpang sebelum memasuki pesawat
• menangani penjualan tiket, adalah tugas sehari-hari seorang Airline staff.
Untuk menjadi seorang Airline staff dibutuhkan pengetahuan di bidang
penerbangan, keahlian customer service dan complaint handling,
penguasaan bahasa Inggris yang tepat serta memiliki kepribadian yang
menarik. Untuk itu Pendidikan dan Pelatihan khusus akan membantu
Generasi Muda yang ingin menekuni profesi tersebut dengan memberi
kesempatan untuk mengikuti Program Pelatihan dan Pendidikan selama 6
Bulan, 4 bulan teori & 2 bulan praktek.
Hal ini ditunjang dengan penyediaan fasilitas yang memadai, kurikulum
yang disusun secara cermat dan proporsional, dan disertai dengan
berbagai macam kompetensi tambahan serta Staff pengajar yang berkompeten
di bidangnya.
siswa siswi STAF AIRLINES PSPP PENERBANGAN
siswa siswi STAF AIRLINES PSPP PENERBANGAN
3. AVSEC SECURITY AIRPORT
PETUGAS KEAMANAN PENERBANGAN ( AVIATION SECURITY PERSONNEL )
Banyak yang berpikir kalo Petugas Aviation Security (Avsec) itu sama aja sama Satpam mall, Satpam bank, atau security lainnya.
Beda dong..Beda banget malah. Coba kita telusuri.
Personil Keamanan Penerbangan adalah personil yang telah memiliki lisensi yang diberi tugas dan tanggung jawab di bidang keamanan penerbangan.
(Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor:SKEP/2765/XII/2010 Bab I butir 9)
Udah keliatan bedanya belum?
Nggak ada bedanya tuh..sama aja tugasnya ngamanin.
Beda dong..coba liat pengertiannya.
Petugas/personil Keamanan Penerbangan itu WAJIB memilki lisensi atau Surat Tanda Kecakapan Petugas (STKP) dalam melaksanakan tugasnya. Jadi nggak asal-asalan.
Dalam lisensi tersebut dijelaskan kewenangan Petugas Keamanan Penerbangan (Avsec) dan jika sudah memiliki lisensi maka sudah dinyatakan memiliki kompetensi untuk melaksanakan tugas pengamanan penerbangan oleh Direktur Jendral Perhubungan Udara.
Tapi nggak gampang lho buat dapetin lisensi Avsec itu..harus mengikuti Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Avsec dulu. Dan yang menyelenggarakan diklat harus mendapat persetujuan dari Direktur Jendral Perhubungan Udara.
Jenis diklat tersebut ada 2, yaitu :
1. Pendidikan dan pelatihan dasar bagi personel keamanan, meliputi:
a. basic aviation security (basic avsec);
b. junior aviation security (junior avsec);
c. senior aviation security (senior avsec);
2. Pendidikan dan pelatihan lanjutan bagi personel keamanan,antara lain:
a. avsec management; f. inspector/ auditor;
b. crisis management; g. negotiation;
c. quality control,' h. human factor;
d. instructor; i. investigator;
e. risk management; j. profilling.
Dalam menjalankan tugasnya petugas Avsec juga memilik pedoman yang terdapat pada regulasi penerbangan, baik nasional maupun internasional.
Keren banget Avsec ada regulasi internasionalnya segala..Sok kebarat-baratan banget.
Memang begitu. Pernah dengar nggak ICAO?
ICAO itu singkatan dari International Civil Aviation Organitation, merupakan sebuah organisasi penerbangan sipil internasional dibawah PBB.
ICAO mempunyai aturan-aturan penerbangan yang disebut Annex. Aturan Keamanan Penerbangan terdapat di Annex 17 Security – Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference. Jadi setiap negara yang menjadi anggota ICAO harus mematuhi aturan yang dibuat oleh ICAO tersebut.
Kalo aturan nasional banyak banget. Mulai dari Undang-undang sampai Peraturan Dirjen Perhubungan Udara. Nanti dalam posting berikutnya akan saya coba paparkan.
Selain hal-hal tersebut diatas, petugas Avsec juga membutuhkan peralatan dalam melaksanakan tugasnya.
Fasilitas Keamanan Penerbangan tersebut terdiri dari:
1. Peralatan pendeteksi bahan peledak;
2. Peralatan pendeteksi bahan organik dan non-organik;
3. Peralatan pendeteksi metal;
4. Peralatan pendeteksi bahan nuklir, biologi, kimia, dan radioaktif;
5. Peralatan pemantau lalu lintas orang, kargo, pos, kendaraan, dan pesawat udara di bandara;
6. Peralatan pusat penanggulangan keadaan darurat (emergency operation centre);
7. Kendaraan patroli keamanan penerbangan;
8. Peralatan pengendalian jalan masuk (acces control);
9. Peralatan pendeteksi penyusup pagar perimeter (perimeter instruction detection system);
10. Peralatan komunikasi personel keamanan.
Canggih banget peralatannya ya..
Tapi tidak semua bandara memiliki semua peralatan-peralatan di atas. Jumlah serta jenis peralatan security yang digunakan di setiap bandara, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan bandara itu sendiri. Paling sedikit di setiap Tempat Pemeriksaan Keamanan pada suatu bandara harus memilki Mesin X-Ray, Gawang Detector Logam(Walk Through Metal Detector/WTMD) dan Detector Logam Genggam (Hand Held Metal Detector/HHMD).
Jadi peralatan keamanan di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah dan jenisnya tidak sama dengan di Bandara Fatmawati Soekarno.
Ya bedalah..Soekarno-Hatta kan cowok, Fatmawati kan cewek.
Bukan itu..Bedanya kategori atau kelas dari tiap-tiap bandara. Hal-hal lain yang juga berpengaruh, seperti jumlah pergerakan pergerakan pesawat perhari, jumlah penumpang perhari, dll.
Udah keliatan kan bedanya Avsec ama Satpam?
Kesimpulannya Avsec itu harus memiliki Kompetensi (Skill, Attitude dan Knowledge), guna melaksanakan tanggung jawab pengamanan untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan penerbangan.
SISWA SISWI AVSEC PSPP
Banyak yang berpikir kalo Petugas Aviation Security (Avsec) itu sama aja sama Satpam mall, Satpam bank, atau security lainnya.
Beda dong..Beda banget malah. Coba kita telusuri.
Personil Keamanan Penerbangan adalah personil yang telah memiliki lisensi yang diberi tugas dan tanggung jawab di bidang keamanan penerbangan.
(Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor:SKEP/2765/XII/2010 Bab I butir 9)
Udah keliatan bedanya belum?
Nggak ada bedanya tuh..sama aja tugasnya ngamanin.
Beda dong..coba liat pengertiannya.
Petugas/personil Keamanan Penerbangan itu WAJIB memilki lisensi atau Surat Tanda Kecakapan Petugas (STKP) dalam melaksanakan tugasnya. Jadi nggak asal-asalan.
Dalam lisensi tersebut dijelaskan kewenangan Petugas Keamanan Penerbangan (Avsec) dan jika sudah memiliki lisensi maka sudah dinyatakan memiliki kompetensi untuk melaksanakan tugas pengamanan penerbangan oleh Direktur Jendral Perhubungan Udara.
Tapi nggak gampang lho buat dapetin lisensi Avsec itu..harus mengikuti Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Avsec dulu. Dan yang menyelenggarakan diklat harus mendapat persetujuan dari Direktur Jendral Perhubungan Udara.
Jenis diklat tersebut ada 2, yaitu :
1. Pendidikan dan pelatihan dasar bagi personel keamanan, meliputi:
a. basic aviation security (basic avsec);
b. junior aviation security (junior avsec);
c. senior aviation security (senior avsec);
2. Pendidikan dan pelatihan lanjutan bagi personel keamanan,antara lain:
a. avsec management; f. inspector/ auditor;
b. crisis management; g. negotiation;
c. quality control,' h. human factor;
d. instructor; i. investigator;
e. risk management; j. profilling.
Dalam menjalankan tugasnya petugas Avsec juga memilik pedoman yang terdapat pada regulasi penerbangan, baik nasional maupun internasional.
Keren banget Avsec ada regulasi internasionalnya segala..Sok kebarat-baratan banget.
Memang begitu. Pernah dengar nggak ICAO?
ICAO itu singkatan dari International Civil Aviation Organitation, merupakan sebuah organisasi penerbangan sipil internasional dibawah PBB.
ICAO mempunyai aturan-aturan penerbangan yang disebut Annex. Aturan Keamanan Penerbangan terdapat di Annex 17 Security – Safeguarding International Civil Aviation Against Acts of Unlawful Interference. Jadi setiap negara yang menjadi anggota ICAO harus mematuhi aturan yang dibuat oleh ICAO tersebut.
Kalo aturan nasional banyak banget. Mulai dari Undang-undang sampai Peraturan Dirjen Perhubungan Udara. Nanti dalam posting berikutnya akan saya coba paparkan.
Selain hal-hal tersebut diatas, petugas Avsec juga membutuhkan peralatan dalam melaksanakan tugasnya.
Fasilitas Keamanan Penerbangan tersebut terdiri dari:
1. Peralatan pendeteksi bahan peledak;
2. Peralatan pendeteksi bahan organik dan non-organik;
3. Peralatan pendeteksi metal;
4. Peralatan pendeteksi bahan nuklir, biologi, kimia, dan radioaktif;
5. Peralatan pemantau lalu lintas orang, kargo, pos, kendaraan, dan pesawat udara di bandara;
6. Peralatan pusat penanggulangan keadaan darurat (emergency operation centre);
7. Kendaraan patroli keamanan penerbangan;
8. Peralatan pengendalian jalan masuk (acces control);
9. Peralatan pendeteksi penyusup pagar perimeter (perimeter instruction detection system);
10. Peralatan komunikasi personel keamanan.
Canggih banget peralatannya ya..
Tapi tidak semua bandara memiliki semua peralatan-peralatan di atas. Jumlah serta jenis peralatan security yang digunakan di setiap bandara, disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan bandara itu sendiri. Paling sedikit di setiap Tempat Pemeriksaan Keamanan pada suatu bandara harus memilki Mesin X-Ray, Gawang Detector Logam(Walk Through Metal Detector/WTMD) dan Detector Logam Genggam (Hand Held Metal Detector/HHMD).
Jadi peralatan keamanan di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah dan jenisnya tidak sama dengan di Bandara Fatmawati Soekarno.
Ya bedalah..Soekarno-Hatta kan cowok, Fatmawati kan cewek.
Bukan itu..Bedanya kategori atau kelas dari tiap-tiap bandara. Hal-hal lain yang juga berpengaruh, seperti jumlah pergerakan pergerakan pesawat perhari, jumlah penumpang perhari, dll.
Udah keliatan kan bedanya Avsec ama Satpam?
Kesimpulannya Avsec itu harus memiliki Kompetensi (Skill, Attitude dan Knowledge), guna melaksanakan tanggung jawab pengamanan untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan penerbangan.
SISWA SISWI AVSEC PSPP
![]() |
| siswa/i avsec pspp |
![]() |
| AVSEC PSPP AKAN DIBERIKAN LISENSI SKP AVSEC |

























Tidak ada komentar:
Posting Komentar